


Pengertian kutipan (quote) adalah suatu kalimat atau ucapan yang dianggap menarik yang berisikan ide, pendapat atau gagasan seseorang. Dalam sebuah karya tulis, umumnya kutipan dijadikan bahan acuan atau sumber referensi untuk memperkuat, menambah dan memperjelas tulisan.
1. Kembali Kerja “Bangkitkan kembali etos kerja yang baik dengan semboyan yang baru!”

2. ” 1000 langkah menuju sukses memulai dari langkah pertama yaitu Dimulai hari ini !!! “

3. “Bukan mengejar uang akan tetapi bagaimana bekerja dikejar uang. “

4. “Seseorang pengusaha yang dalam hidupnya hanya mencari uang, maka itu adalah jalan tercepat membuat bisnis dan kehidupannya hancur.”


Berpikir kristis adalah berpikir secara beralasan dan reflektif dengan menekankan pembuatan keputusan tentang apa yang harus dipercayai atau dilakukan.
Berpikir kreatif adalah berpikir secara konsisten dan terus menerus menghasilkan sesuatu yang kreatif/orisinil sesuai dengan keperluan.
Multitasking adalah ketika kamu mengerjakan dua atau lebih pekerjaan dalam satu waktu. Kamu membutuhkan konsentrasi lebih untuk melakukannya. Efek sampingnya adalah pekerjaan yang kamu kerjaan tidak akan maksimal. Mengapa? Karena konsentrasimu terpecah menjadi dua atau lebih. Bayangkan jika kamu mengerjakannya dalam satu waktu, kamu harus sering switch pekerjaan itu.
Tips-tips menghindari atau meminimalisir multitasking :
Ketika kamu membutuhkan konsentrasi penuh dalam suatu pekerjaan, usahakan gadget mu jauh dari jangkauanmu. Atau jika tidak bisa jauh dari handphone (gadget), maka kamu bisa men-setting nya dengan kondisi silent tanpa diset getar. Yakinlah ketika kamu dengan mudah bisa menjangkau gadget kamu, sesekali bahkan sering kali kamu terus mengecek gadgetmu. Entah notifikasi email, maupun yang lain. Oke katakanlah itu penting, jika yang diterima merupakan notifikasi yang kurang penting bagaimana? Hal ini bisa memecah konsentrasimu. Luangkan waktu sekitar 10 – 15 menit untuk membalas semua email yang masuk ataupun chat dari orang lain.
Tutup semua social media yang ada di tab browsermu. Secara tidak langsung akan mengganggumu ketika kamu ingin mencari informasi terkait pekerjaanmu. Kamu akan terpicu untuk membukanya, ketika muncul notifikasi di social media tersebut. Lain cerita jika kamu seorang social media spesialist, justru kamu harus lebih banyak membuka social medianya. Haha.
Buatlah jadwal selama sehari agar waktu yang kamu pergunakan dalam sehari bisa dimanage dengan baik. Meskipun tidak saklek, tetapi setidaknya bisa membantumu untuk mengatur jadwalmu.
Terlalu banyak gangguan (interupt) dari rekan kerja maupun atasan sekalipun bisa mempengaruhi konsentrasimu dalam bekerja. Minta lah pengertian kepada mereka ketika kamu sudah terlalu banyak interupt dari mereka. Atau kamu juga bisa bilang “Nanti saja ya, kalau kerjaan sudah beres.” Simpel dan tidak mengecewakan teman kerjamu.
Terlalu banyak meeting akan membuatmu jobless alias kamu akan kesulitan untuk menyelesaikan kerjaanmu sendiri.
Ketika kamu sudah ada timeline sendiri sebisa mungkin untuk tidak mengalokasikan waktu tersebut untuk menerima job yang lain alias dalam satu waktu ditambah lebih dari dua job. Kamu bisa mengalokasikan pada waktu yang lain. Jadi tidak mengganggu timelinemu.
Dan yang terpenting adalah istirahat ketika kamu merasa capek karena dengan beristirahat bisa merefresh otakmu untuk berkonsentrasi maksimal kembali. Meskipun begitu, jangan terlalu lama untuk beristirahat, hal ini bisa mengganggu ritme semangat kerjamu.
Seringkali waktu istirahat yang Anda miliki tidak digunakan secara efektif. Akibatnya, seusai istirahat pun badan masih lelah dan tidak siap beraktivitas. Karena itulah Anda perlu mengatur waktu, kegiatan, bahkan asupan, agar momen istirahat Anda lebih efektif dan berkualitas.
Ketika memiliki waktu istirahat, baik satu jam maupun seharian, rencanakanlah dengan baik. Misalnya, jam sekian sampai jam sekian Anda akan tidur, makan, lalu jalan-jalan dan melakukan hobi. Jangan sampai waktu berharga Anda untuk istirahat satu hari hanya dihabiskan di depan sosial media ya! Anda pasti tak akan sadar telah menghabiskan waktu dengan kurang efektif.
Jangan diam di satu tempat saja ketika beristirahat, misalnya hanya duduk di meja atau pun tiduran di kasur. Coba awali hari dengan berolahraga agar satu hari lebih segar. Atau, berjalan-jalanlah keluar rumah sekadar menghirup udara segar.
Makanan yang bergizi baik untuk meningkatkan kebugaran tubuh dan membuat tubuh kita lebih siap untuk beraktivitas. Hindari terlalu banyak makanan karbohidrat, agar tubuh tidak “lelah”. Seimbangkan apa yang Anda konsumsi, empat sehat lima sempurna.
Sebisa mungkin, hindari gadget termasuk ponsel dan laptop ketika beristirahat. Radiasi yang dipancarkan dari barang-barang elektronik tersebut akan membuat mata Anda lebih cepat lelah. Tak jarang, mereka juga membuat Anda kecanduan dan akhirnya waktu istirahat hilang begitu saja. Anda bisa mengganti bahan bacaan atau hiburan tersebut dengan buku.
Poin ini juga penting diperhatikan saat ingin beristirahat dengan efektif. Tinggalkan pesan terlebih dulu kepada kolega dan teman-teman, misalnya bahwa Anda akan membalas dengan lebih lama (slow response) atau tidak bisa dihubungi beberapa jam ke depan. Sehingga, urusan-urusan yang tidak terlalu mendesak bisa ditunda agar Anda dapat beristirahat sejenak.
Jika hanya memiliki waktu kurang dari satu jam, manfaatkan untuk tidur dan mengistirahatkan tubuh. Gunakan 20-30 menit untuk tidur singkat, jangan terlalu lama agar mood dan konsentrasi Anda tidak buyar ketika bangun. Pasang alarm dengan volume kresendo, yaitu pelan di awal lalu berangsur-angsur keras (smart alarm mode). Jangan menggunakan volume terlalu kencang sehingga tubuh dan otak kaget. Selamat beristirahat.
Membuat perencanaan sebelum Anda melaksanakan pekerjaan, akan membantu Anda mendapatkan hasil yang lebih cepat dan efisien. Ketika membuat perencanaan kerja, Anda dituntut untuk spesifik dan lebih detail menuliskan apa saja yang harus dilakukan.
Agar lebih jelas dan terorganisir, Anda patut menuliskannya dengan menggunakan format yang rapih sehingga satu tim kerja Anda akan lebih mudah mengerti.
Berikut empat cara membuat perencanaan kerja yang baik.
1. Tentukan Target
Tentukan tujuan dari keseluruhan pekerjaan yang akan dilakukan. Anda dapat menuliskannya di komputer atau buku catatan secara terperinci, dengan begitu akan menjadi lebih terorganisir dan rapi. Misalnya, Anda akan melakukan pekerjaan seperti membuat suatu acara, tuliskan terlebih dahulu acara seperti apa yang akan Anda buat. Sehingga nantinya pada saat rapat, tim kerja lainnya dapat membantu Anda untuk menuangkan ide sesuai keinginan.
2. Memilih Pemimpin Tim Kerja yang Tepat
Terkadang keputusan dari pemimpin tim kerja tidak dapat dibantah. Hal ini dapat mempersulit Anda dan tim kerja lainnya mencapai tujuan dari rencana kerja yang sudah ditentukan. Oleh karena itu, jangan sampai Anda dan tim kerja salah memilih pemimpin.
3. Tentukan Tugas, Anggaran dan Waktu
Dalam membuat perencanaan kerja, Anda harus menentukan langkah demi langkah dan tugas apa saja yang harus dilakukan dan diselesaikan. Tentukan pula berapa anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan rencana kerja Anda. Perkirakan juga waktu untuk setiap tugasnya agar dapat menjadi acuan untuk dapat diselesaikan dengan cepat.
4. Atur Secara Logis
Aturlah tugas untuk masing-masing orang dalam satu tim kerja secara logis. Fokuskan setiap tugas pada orang yang mampu dan memang cocok dengan jenis pekerjaan yang diberikan. Setelah masing-masing sudah mendapatkan tugasnya, hasil dari perencanaan kerja yang sudah dibuat pasti akan terlaksana sesuai tujuan yang ingin dicapai.


Dunia Kerja = Dunia Persaingan (Job World = Competition World)
Anda mungkin merasa bahwa Anda sudah mengenal bagaimana dunia persaingan. Pada saat Anda sekolah atau kuliah, Anda memang sudah mulai bersaing dimulai dari Anda dan teman Anda bersaing siapa yang bisa mendapatkan nilai tertinggi. Jika Anda kalah, Anda hanya akan merasa sedih. Namun, dalam dunia pekerjaan semuanya sangatlah berbeda. Jika Anda tidak dapat menunjukkan performa yang bagus atau kalah dalam bersaing dengan rekan kerja lainnya, bisa saja Anda tidak mendapatkan gaji atau bahkan Anda akan dipecat. Sebuah perusahaan tidak akan menahan karyawannya yang tidak dapat membuat perusahaan mereka maju.
Anda mungkin merasa bahwa Anda sudah mengenal bagaimana dunia persaingan. Pada saat Anda sekolah atau kuliah, Anda memang sudah mulai bersaing dimulai dari Anda dan teman Anda bersaing siapa yang bisa mendapatkan nilai tertinggi. Jika Anda kalah, Anda hanya akan merasa sedih. Namun, dalam dunia pekerjaan semuanya sangatlah berbeda. Jika Anda tidak dapat menunjukkan performa yang bagus atau kalah dalam bersaing dengan rekan kerja lainnya, bisa saja Anda tidak mendapatkan gaji atau bahkan Anda akan dipecat. Sebuah perusahaan tidak akan menahan karyawannya yang tidak dapat membuat perusahaan mereka maju.
Terlalu Baik? Anda Bisa Dimanfaatkan (Too Nice? You Can Be Taken for Granted)
Anda mungkin merupakan seseorang yang selalu bersikap baik kepada siapapun. Anda merupakan seseorang yang akan selalu bersedia membantu. Mungkin Anda sering membantu pekerjaan yang dimiliki orang lain. Membantu itu boleh, namun janganlah Anda membantu terlalu sering, selain orang lain menjadi bergantung kepada Anda, Anda juga dapat dimanfaatkan jika Anda terus membantu.
Pujian adalah bagian terpenting dalam menjaga karyawan untuk tetap termotivasi, dan terlibat dalam pekerjaan mereka. Karyawan yang selalu diberikan semangat dan kepercayaan diri melalu pujian yang tulus, akan menjadi orang-orang yang produktif bersama pekerjaan mereka.
Terlalu Fokus Pada Pekerjaan Pribadi (Too Focus to Your Own Work)
Fokus pada pekerjaan yang Anda miliki merupakan hal yang baik. Namun, jika Anda terlalu fokus pada pekerjaan Anda, Anda dapat dinilai sebagai orang yang egois jika Anda bekerja di dalam suatu kelompok.

Pertama, hal yang perlu Anda lakukan mencari tahu segala hal yang berhubungan dan yang perlu diketahui tentang tugas tersebut. Anda dapat melakukannya dengan melakukan sebuah penilitan atau bertanya dengan orang-orang yang pernah mengerjakan tugas tersebut atau berada di departemen Anda. Hal ini dilakukan agar Anda dapat mengetahui dan memahami tugas yang akan Anda kerjakan.
Selanjutnya, setelah Anda melakukan penelitian tentang semua yang berhubungan dengan tugas tersebut, hal yang perlu Anda lakukan adalah mencatat semua hal dan semua proses. Dari semua penelitian yang Anda lakukan, catatlah hal-hal penting. Saat Anda mulai mengerjakan, catat semua proses-proses yang Anda perbuat dari awal sampai dengan akhir tugas tersebut selesai.
Hal terakhir yang perlu Anda lakukan setelah semua hal dan menyelesaikan tugas Anda, cek kembali semua hal yang Anda kerjakan. Jika Anda yakin bahwa pekerjaan Anda sudah selesai, lengkap, dan tepat, cek kembali secara detail semua yang telah Anda kerjakan. Anda juga dapat bertanya pendapat rekan kerja Anda.